Tampilkan postingan dengan label Techno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Techno. Tampilkan semua postingan

Teleskop Terbesar Sekaligus Termahal, Tertinggi, dan Terkuat di Dunia

Teleskop adalah alat optik yang biasa digunakan oleh manusia untuk melihat benda yang jaraknya sangat jauh. Karena kelebihannya inilah teleskop digunakan untuk tujuan pengamatan atau observasi terhadap benda-benda langit yang berada jauh diluar angkasa. 

Sejak pertama kali diciptakan hingga saat ini telah tercipta banyak teleskop-teleskop dengan berbagai ukuran, dari yang kecil hingga besar, dan berbagai jenis. Penemu teleskop pertama kali masih belum jelas, namun Galileo -lah yang diakui sebagai orang pertama yang menggunakan teleskop untuk tujuan astronomis. Tapi tahukan anda teleskop terbesar sekaligus termahal, tertinggi, dan terkuat didunia?

ALMA ( Array Atacama Large Milimeter )

Perbandingan-perbandingan teleskop didunia.

ALMA adalah sebuah teleskop terbesar sekaligus termahal, tertinggi, dan terkuat didunia. Bahkan proyek pembuatan ALMA merupakan proyek astronomi terbesar sepanjang sejarah manusia. Dengan predikat teleskop tercanggih didunia maka tak heran misi dari teleskop ALMA adalah memecahkan misteri dari mana manusia berasal dan bagaimana proses penciptaan alam semesta. Termasuk asal-usul unsur terciptanya matahari, bintang, planet, dan manusia.

ALMA Dibangun jauh di gurun Chile, di salah satu tempat terkering di Bumi, ALMA berada pada ketinggian 16.400 kaki, kira-kira setengah tinggi jelajah pesawat jet jumbo. Rangkaian teleskop ALMA, terdiri dari 66 antena raksasa yang mengumpulkan gelombang radio samar dari angkasa luar untuk diproses oleh superkomputer.

Gurun Chili dipilih karena merupakan salah satu dari sedikit tempat di dunia di mana masih mungkin untuk menemukan lokasi yang tinggi, kering, dan tidak terpengaruh oleh polusi dari cahaya buatan. Kekeringan ini sangat penting karena kelembaban di udara bisa menyerap gelombang radio yang dicoba untuk ditangkap.

Termahal

Ilustrasi : ALMA

ALMA ( Array Atacama Large Milimeter ) adalah teleskop termahal. Ini karena dalam pembuatan ALMA dibutuhkan dana £1 miliar, atau setara Rp14,5 triliun. Untuk mendapatkan uang sebanyak itu maka proyek ini pun menjadi kerjasama internasional.

Teleskop raksasa ini merupakan hasil kolaborasi dari negara-negara di Eropa, Asia Timur, dan Amerika Utara, yang menyumbang sebesar £950 juta, setara Rp13,771 triliun, sedangkan Inggris menyumbang £65.000, setara Rp941 juta.

Cara Kerja

Dengan mengumpulkan gelombang radio bukannya cahaya optik, ALMA dapat melihat melalui awan debu padat dari kedalaman ruang angkasa. Ini akan memberikan para astronom sekilas galaksi setelah dentuman besar (Big Bang). Dari sini juga dapat melihat bagaimana individu bintang dan planet terbentuk.

Hal ini juga akan memberitahu kita lebih banyak tentang dari mana kehidupan berasal dengan mencari jejak senyawa dari air hingga bahan kimia yang sama yang ada pada DNA. "Dikatakan kita semua terbuat dari debu," kata Brian Ellison, dari Science and Technology Facilities Council.


Fakta dan Opini tentang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)


Rencana Pembangunan PLTN di Belitung

Indonesia merupakan salah satu negara yang unggul dibidang nuklir. Banyak sekali produk-produk turunan nuklir yang telah Indonesia ekspor ke berbagai negara dibelahan dunia. Produk turunan nuklir ini biasanya merupakan produk medis. Bahkan putra Indonesia yaitu Yudiotomo satu-satunya peneliti yang mampu memproses neutron dan uranium dengan sistem yang tidak memungkinkan bahan itu menjadi senjata nuklir.

Namun, Indonesia yang ingin bergerak maju dalam teknologi nuklir yaitu dengan membantu ekonomi Indonesia dalam hal energi dengan membentuk PLTN (Pembangkit  Listrik Tenaga Nuklir) selalu mendapat hambatan dari masyarakat. Padahal ini sangat dibutuhkan Indonesia karena mahalnya sumber listrik dengan energi minyak bumi. Bayangkan, untuk memenuhi kebutuhan listrik 250 juta rakyat Indonesia merupakan hal yang sulit apabila hanya dengan energi minyak bumi. Hal tersebut dikarenakan selain harganya yang mahal juga karena minyak bumi akan habis. ada yang berkata, "kita bisa dengan menggunakan energi alternatif". Tapi hal tersebut tetap membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Maka tak ayal cepat atau lambat PLTN harus dibuat di Indonesia. Karena PLTN -lah solusi yang hemat dan cerdas. Dengan satu reaktor PLTN bahkan bisa menghasilkan hingga ber-Giga watt listrik dan dengan harga yang murah. Inilah yang dibutuhkan Indonesia.

Mungkin banyak dari kita yang menentang tentang PLTN. Oleh sebab itu, marilah sejenak kita baca makalah dari Ferhat Aziz (Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Hubungan Masyarakat – BATAN) agar kita lebih memahami dan mengetahui fakta serta opini tentang PLTN (Pembangkit LIstrik Tenaga Nuklir). Bacalah dengan pikiran terbuka, karena beliaulah yang lebih mengerti tentang Nuklir dari pada kita yang hanya orang awam.





BATAN - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Wacana pemanfaatan energi nuklir untuk mengatasi kelangkaan energi dan pemanasan global masih saja mengundang perdebatan. Kecelakaan PLTN Fukushima Daiichi yang diakibatkan oleh tsunami dijadikan justifikasi bahwa energi nuklir tidak cocok untuk Indonesia, seakan-akan seluruh wilayah Indonesia berpotensi dilanda tsunami membahayakan. Padahal daerah yang berpotensi tsunami membahayakan di tanah air sesungguhnya tidak banyak. Daerah rawan itu umumnya terletak di pantai barat Sumatera, selatan Jawa dan Nusa Tenggara, serta sisi utara wilayah Indonesia bagian timur. Sementara PLTN direncanakan akan dibangun di daerah yang potensi tsunami dan gempanya rendah, misalnya kawasan pantai yang umumnya menghadap ke laut Jawa. Selain itu, pembangunan PLTN memperhatikan pula banyak faktor, antara lain vulkanologi, klimatologi, demografi, dan lain-lain.

Ketakutan akan kecelakaan dalam PLTN umumnya dipicu oleh sangka yang keliru tentang sumber energi yang satu ini. Sangka itu kemudian dipersepsikan sebagai fakta. Beberapa hal berikut menunjukkan beberapa sangka tersebut dan bagaimana faktanya di lapangan.

Pertama, energi nuklir disangka tidak aman yang ditunjukkan oleh kecelakaan Chernobyl dan Fukushima. Faktanya, risiko kematian akibat nuklir sangat kecil. Dalam rantai pembangkitan tenaga listrik, kematian pekerja maupun anggota masyarakat akibat nuklir adalah yang terkecil di banding sumber energi lain. Menurut laporan OECD tahun 2010 (NEA No. 6861), jumlah kematian per Gigawatt-tahun listrik dihasilkan pada rentang 1969 – 2000, adalah LPG (16,85), PLTA (10,29), BBM (1,03), batubara (0,80), dan nuklir (0,05). Satu-satunya kecelakaan nuklir yang menelan korban jiwa adalah peristiwa Chernobyl tahun 1986 yang menewaskan 31 pekerja. Tidak seperti yang disangka orang, faktanya kecelakaan di PLTN Fukushima sama sekali tidak mengakibatkan korban jiwa akibat radiasi.

Sejatinya teknologi PLTN sudah sangat aman. Teknologi PLTN generasi ketiga plus dewasa ini sudah jauh lebih baik dan aman dibandingkan pendahulunya seperti Fukushima Daiichi yang berasal dari generasi kedua. Dengan memilih lokasi yang lebih aman dari potensi bencana alam dan mengutamakan keselamatan secara ketat, listrik nuklir tetap paling unggul dari segi keselamatan jiwa manusia.


Ilustrasi : Pembangkit LIstrik Tenaga Nuklir

Sangka yang kedua, bangsa Indonesia ceroboh dan tidak siap dengan energi nuklir yang memerlukan SDM dengan disiplin tinggi. Faktanya, bangsa Indonesia telah lebih dari 40 tahun mengelola dan merawat reaktor riset dengan aman dan selamat, yang notabene jauh lebih sulit pengoperasiannya dari pada PLTN karena harus lebih sering dinyalakan, dimatikan dan dimanuver untuk eksperimentasi. Hal ini dicapai bukan saja karena SDM nuklir kita cakap atau berdisiplin tinggi, tapi juga karena desain peralatan dan fasilitas nuklir pada umumnya sudah memperhatikan kemungkinan-kemungkinan kegagalan akibat kelalaian manusia, kerusakan alat, bahkan ketidak sempurnaan desain itu sendiri.

Disiplin itu bagus. Bangsa Indonesia telah menunjukkan bahwa mereka bisa memupuk disiplin melalui pendidikan dan pelatihan yang baik sebagaimana ditunjukkan pula oleh mereka yang bergerak di industri perminyakan, penerbangan, otomotif dan industri strategis lainnya. Dengan pengawasan dan penegakan aturan yang ketat baik secara internal, maupun eksternal oleh badan pengawas nasional dan internasional, putera-puteri Indonesia telah menunjukkan kemampuannya. Kemampuan dan kesiapan nuklir Indonesia bahkan telah pula diakui oleh IAEA sebagai badan pengawas nuklir dunia.

Sangkaan yang ketiga, limbah nuklir berbahaya dan tidak ada solusinya. Faktanya limbah nuklir jauh lebih aman daripada limbah industri lain, karena secara umum tatakelola limbah nuklir lebih diatur dan diawasi secara nasional dan internasional, sebagaimana pengoperasian PLTN itu sendiri. Limbah nuklir jauh lebih sedikit dibanding limbah B3 dari industri lain sehingga mudah dikelola dan diawasi. Selain itu limbah nuklir hanya berbahaya dalam jangka waktu tertentu, yaitu untuk limbah aktivitas sedang dan menengah cukup diamankan hingga 300 tahun, sedangkan untuk yang aktivitas tinggi perlu diamankan sampai seribuan tahun. Bila waktu yang ditetapkan itu terlampaui maka limbah itu akan menjadi stabil dan aman seperti tanah biasa. Sedangkan limbah berupa B3 dari industri kimia akan tetap berbahaya selamanya. Mengingat jumlahnya yang relatif kecil, pengelolaan limbah nuklir lebih mudah.

Bangsa Indonesia sudah menguasai teknik pengelolaan limbah nuklir ini. Seluruh limbah radioaktif yang dipakai di industri maupun rumah sakit di Indonesia ditangani dengan baik oleh BATAN. Dengan teknik isolasi, pengurangan volume dan pemadatan, limbah nuklir dari seluruh Indonesia dapat dikelola sesuai dengan standar dan praktek terbaik internasional.

Untuk pengelolaan bahan bakar bekas PLTN komersial, prinsipnya tidak jauh berbeda. Swedia adalah salah satu contoh negara yang berhasil mendapatkan dukungan penuh rakyatnya dalam membangun fasilitas penyimpanan limbah PLTNnya secara lestari. Dukungan itu diperoleh setelah melaui proses informasi dan edukasi publik secara bertahap dan terus menerus dari awal ide itu dimunculkan. Akibatnya, dua daerah yang berdasarkan hasil studi dinyatakan aman dan terbaik untuk lokasi penyimpanan limbah PLTN Swedia, saling berkompetisi agar dipilih. Mereka menganggapnya sebagai sumber lapangan pekerjaan yang bergengsi internasional.

Pendekatan lain adalah wait and see. Mengingat limbah nuklir masih mengandung uranium dan plutonium yang bila diolah ulang akan dapat dijadikan bahan bakar baru, maka banyak juga negara yang memilih menyimpan sementara bahan bakar bekas PLTN mereka, sambil menunggu agar bahan bakar bekas tersebut mendingin dan berkurang radioaktivitasnya sehingga mudah diolah pada saatnya nanti. Teknologi terus menerus dikembangkan, termasuk pengurangan limbah dengan teknik transmutasi yang mampu mengubah sifat fisika bahan tersebut sehingga tidak lagi radioaktif, alias aman.

Begitulah sebagian dari sangka dan fakta seputar PLTN. Apakah Indonesia siap menggunakannya sekarang dapat kita pelajari dari negara-negara lain yang sudah menggunakannya. SDM Indonesia saat ini sudah jauh lebih baik dan lebih siap daripada Korea Selatan ketika mereka memulai program energi nuklir tahun 1980. Dengan pendapatan perkapita 3500 dolar dan perekonomian yang membaik sudah saatnya kita menggunakan energi nuklir dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan keselamatan secara ketat. Vietnam dan Uni Emirat Arab adalah contoh negara-negara yang berani mengambil keputusan strategis membangun PLTN untuk mengamankan cadangan energi masa depannya. Padahal SDM nuklir mereka tidak sesiap Indonesia.

Tidak ada negara yang berpenduduk di atas 150 juta yang tidak menggunakan nuklir. Sudah saatnya kita berani menggunakan energi nuklir dengan tetap mengutamakan keselamatan. Apalagi tak kurang dari IAEA sendiri dalam banyak kesempatan mengatakan Indonesia adalah salah satu negara yang lebih siap menggunakan PLTN dan unggul di kawasan dalam pemanfaatan nuklir di bidang non-energi seperti pertanian, pangan dan kesehatan.

Oleh : Ferhat Aziz (Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Hubungan Masyarakat – BATAN)

Kegunaan-Kegunaan Teknologi UAV atau Pesawat Tanpa Awak



UAV (Unmaned Aerial Vehicle) atau yang biasa kita tahu sebagai pesawat tanpa awak adalah pesawat-pesawat kecil yang dapat terbang tanpa dikendarai oleh manusia. Lalu bagaimana pesawat tersebut bisa dikendalikan? Pesawat tanpa awak atau UAV biasa dikendalikan dengan remote control, dikendalikan melalui satelit, ataupun dapat dikendalikan secara otomatis.

Diera modern ini UAV atau pesawat tanpa awak mulai mendapat banyak perhatian karena memiliki banyak fungsi dan kegunaan yang sangat beragam baik untuk militer, sipil, maupun untuk ilmu pengetahuan. Kegunaan yang sangat beragam itu tak terlepas dari kemampuannya yang dikendalikan tanpa awak (manusia) sehingga dapat menghindarkan korban jiwa manusia apabila digunakan pada tempat-tempat atau area yang sangat beresiko.

Selain itu, bentuknya yang kecil dan mudah dibuat juga membuatnya lebih ekonomis atau biayanya lebih murah. Sehingga bisa digunakan bahkan disekolah-sekolah biasa untuk bahan eksperimen ataupun bahkan untuk para pecinta dunia aeromodelling.

Adapun kegunaan UAV (Unmaned Aerial Vehicle) atau pesawat tanpa awak antara lain :

1. Bidang Militer

Dalam bidang militer UAV atau pesawat tanpa awak memiliki kegunaan, diatantaranya :
  • Pesawat penyerang kamp-kamp musuh
  • pesawat pengintai atau mata-mata
  • Pesawat kamikaze (untuk ditabrakkan ke musuh)
  • pesawat patroli perbatasan
UAV atau pesawat tanpa awak dapat digunakan untuk menyerang kamp-kamp musuh karena ada UAV yang mampu membawa berbagai roket dan rudal, selain itu dapat mengurangi kerugian dibanding menggunakan pesawat konvensional ataupun helikopter. Terutama kerugian sumber daya manusianya. Dimana nyawa merupakan harta yang tak ternilai harganya. Bahkan UAV pun digunakan untuk menyerang kamp teroris ditimur tengah yang menewaskan pimpinan Al-Qaeda yaitu Osama Bin Laden.

Pesawat tanpa awak biasanya disematkan juga kamera dan sensor-sensor lainnya sehingga dengan indra tersebut maka pesawat tanpa awak atau UAV dapat digunakan untuk pengintaian dan patroli perbatasan selain itu juga dapat digunakan sebagai pesawat kamikaze, yaitu untuk menyerang musuh dengan cara ditabrakkan kekapal atau pesawat musuh. Cara ini dahulu dilakukan oleh Jepang saat menyerang Pearl Harbour, tapi dengan pesawat yang dikendarai oleh manusia.

2. Bidang Sipil 

Dalam bidang sipil biasanya pesawat tanpa awak ini digunakan untuk:
  • Melihat Luas lahan dan kontur yang ada sehingga memudahkan dalam perencanaan pembangunan lahan tersebut.
  • Membantu pemerintah dalam membuat tata kota yang lebih teratur.
  • Mengetahui luas lahan yang terbakar dalam kebakaran hutan
  • Menciptakan peta tambang 3 dimensi yang telah digarap dalam bidang pertambangan
  • SAR
Kegunaan-kegunaan tersebut tak terlepas dari pemanfaatan UAV yang lebih ekonomis dan dapat dibekali dengan kamera-kamera yang dapat memberikan gambaran secara realtime terhadap suatu area. Bahkan data dari kamera tersebut bisa langsung ditransfer kepengguna baik melalui video maupun gambar-gambar foto.

3. Bidang Ilmu Pengetahuan

Dalam bidang ilmu pengetahuan, UAV atau pesawat tanpa awak ini dapat digunakan untuk:
  • Media untuk mempelajari aerodinamika dan penerapannya
  • Untuk pemetaan
  • Penelitian Atmosfir
  • Penyebaran benih
  • pengamatan vitigasi daerah kritis yang sulit
  • Pengawasan Bencana
  • membuat hujan buatan
Dengan memiliki kemampuan untuk membawa beban hingga ratusan kilogram, maka UAV atau pesawat tanpa awak bisa digunakan untuk membawa muatan lain seperti muatan benih ataupun bubuk kimia tertentu untuk ditebar dalam sebuah area sehingga dapat digunakan untuk penyebaran benih dan membuat hujan buatan. Selain itu juga,UAV ini dapat membawa berbagai sensor yang diperlukan untuk penelitian atmosfir dan sebagainya.

Roket, Satelit, dan Nuklir Tonggak Kemajuan Suatu Negara




Ilmu pengetahuan menciptakan kemudahan bagi manusia. Kemudahan ini didapat dari peralatan-peralatan modern yang dibuat manusia. Peralatan modern tersebut diciptakan dengan suatu teknologi dan inovasi. Teknologi bisa diartikan sebagai seluruh sarana untuk menyediakan barang-barang demi mempermudah kegiatan manusia. Diantara teknologi-teknologi modern yang sudah sangat maju di abad ke-21 ini ada beberapa teknologi yang sangat sulit didapatkan karena sifatnya yang sangat strategis yaitu teknologi roket, satelit, dan nuklir.

Negara-Negara diseluruh dunia berlomba-lomba menciptakan teknologi roket, satelit, dan nuklir yang paling mutakhir. Dan negara yang belum bisa menciptakan teknologi tersebut mulai sedikit demi sedikit belajar mengembangkannya walaupun dengan dana yang terbatas dan dengan pengetahuan yang amat sedikit. Hal ini wajar karena didunia hanya negara-negara yang besar dan majulah yang menguasai teknologi roket, satelit, dan nuklir. Bahkan untuk belajar tentang teknologi roket, satelit, dan nuklir ini sangatlah mahal dan susah mendapat transfer teknologi dari negara maju karena ini merupakan teknologi strategis.

Teknologi roket, satelit, dan nuklir dikatakan strategis karena merupakan kunci bagi kesejahteraan suatu negara maju dimana teknologi merupakan kebutuhan pokok yang sudah menjadi kebiasaan dan juga sebagai perlindungan diri suatu negara maupun sebagai sarana untuk melakukan invasi ke suatu negara.


Teknologi Roket, Satelit, dan Nuklir Sebagai Kunci Kesejahteraan Negara Maju




Satelit LAPAN
Teknologi roket, satelit, dan nuklir adalah penopang kesejahteraan bagi negara-negara maju. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi dimana internet dan listrik menjadi kebutuhan yang pokok bagi suatu negara. Karena suatu negara apalagi negara maju saat ini menggantungkan hidupnya (ekonominya) kepada kesediaan energi negaranya salah satunya ialah energi listrik. Bahkan energi listrik ini bagaikan inti dari semua energi yang ada.

Energi listrik digunakan sebagai bahan bakar industri-industri yang menciptakan berbagai produk yang mana industri tersebut merupakan sumber pendapatan pokok suatu negara dan juga energi listrik merupakan kebutuhan penting bagi rumah-rumah masyarakat. Listrik digunakan untuk menghidupkan tv, lampu, kulkas, dan lain-lain. Begitu pun dengan kendaraan dan mesin-mesin industri walaupun biasanya menggunakan energi minyak bumi tetapi minyak tersebut akhirnya diubah menjadi listrik dimesin tersebut. Maka tak heran listrik menjadi energi pokok bagi negara yang apabila tidak terpenuhi maka dipastikan negara tersebut akan menjadi negara miskin.

Listrik seolah menjadi jantung energi dunia oleh sebab itu maka dibuatlah Pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kebanyakan pembangkit yang digunakan adalah pembangkit listrik tenaga minyak, batu bara, dan gas. Hal ini menimbulkan masalah karena cadangannya akan habis. Maka diciptakanlah PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) sebagai jawaban. Digunakannya PLTN karena cadangannya yang masih melimpah dan dengan hanya sedikit uranium (bahan pokok PLTN) dapat menghasilkan energi listrik yang sangat besar. bahkan berpuluh kali lipat lebih besar dari pembangkit listrik dengan bahan lainnya. Maka dengan adanya PLTN tersebut dapat mengatasi kebutuhan listrik negara karena listrik yang dihasilkan sangat besar dengan biaya yang murah. Walaupun nuklir merupakan bahan radiokatif yang berbahaya namun hal ini dapat diatasi dengan teknologi keamanan PLTN yang sudah sangat maju, bahkan hingga mencapai generasi ke-4.

Target roket peluncur satelit - LAPAN
Lalu bagaimana dengan roket? teknologi roket sendiri tidak terlepas dari kegunaan satelit darn ilmu pengetahuan. Roket digunakan untuk meluncurkan satelit yang mana satelit-satelit tersebut digunakan untuk memancarkan siaran televisi, jaringan internet, dan sensor-sensor serta kamera yang digunakan untuk mempelajari bumi dan atmosfer, pemetaan, dan bahkan mendeteksi cadangan mineral pada suatu tempat. Dengan mengetahui cadangan mineral yang ada pada suatu tempat maka manusia dapat mengamankan kelangsungan energi negaranya dan juga membuat lahan bisnis yang sangat menguntungkan. Maka tak heran banyak negara yang berperang dan saling menyerang hanya demi mendapatkan cadangan mineral pada suatu tempat.

Selain itu, roket juga digunakan untuk misi penjelajahan luar angkasa. Di bumi ini hanya negara-negara tertentu yang menguasai luar angkasa dengan roketnya diantaranya yaitu Amerika, Rusia, China dan India. Penjelajahan luar angkasa dilakukan untuk mengetahui rahasia dibalik luar angkasa yang maha luas selain itu juga diharapkan dengan teknologi yang berkembang akan membawa manusia mampu mengolah SDA diplanet lain karena SDA dibumi bisa habis atau bahkan membangun peradaban manusia diplanet lain. Seperti diplanet mars.

Teknologi Roket, Satelit, dan Nuklir Bagi Militer




Peluncuran roket pertahanan (R-han 122)
Militer pada suatu negara diciptakan untuk melindungi keberlangsungan dan kepentingan-kepentingan suatu negara. Dengan militer yang kuat dan disegani maka menciptakan pengakuan dan keseganan dari negara lain. Dengan negara lain yang segan kepada negara dengan militer yang kuat maka akan menciptakan diplomasi yang kuat.

Diplomasi ini adalah cara suatu negara mempengaruhi negara lain demi mengamankan kepentingan-kepentingan negara tersebut. Kepentingan yang dimaksud biasanya ialah menyangkut kesejahteraan rakyat mereka dan untuk melindungi rakyat mereka dari segala bentuk ancaman yang datang.

Teknologi Roket, Satelit, dan Nuklir dalam dunia militer digunakan untuk memperkuat daya tangkal dan daya menyerang suatu negara. Pertama-tama kita akan memabahas tentang roket, roket dalam militer biasanya diberi muatan bahan peledak. Roket sendiri terdiri dari dua bagian penting yaitu bagian pendorong dan bagian muatan. Roket bisa meluncur dengan cepat dan mendapatkan gaya dorongnya dari motor pendorong yang berisi propelant. Pada bagian muatannya bisa diisi satelit, sensor-sensor, bahan peledak, bahkan nuklir.

Dengan daya jangkaunya yang mencapai ratusan bahkan ribuan kilometer, roket bisa bisa menjadi senjata yang mematikan apalagi ditambahkan dengan pemandu (guidance) yang bisa menyerang target yang ditentukan, maka roket tersebut dapat menjadi senjata sangat mematikan. Roket dalam pertahanan yang memiliki pemandu atau guidance disebut dengan rudal. Bahkan dengan kecanggihannya, rudal dapat meenahan rudal yang datang menyerang dengan cara mengarahkannya kerudal tersebut. Maka, jadilah rudal dengan daya tangkal.

Nuklir sendiri pada militer digunakan sebagai muatan dalam rudal (roket berpemandu). Dengan daya hancur yang sangat dahsyat dan mematikan bahkan dapat menghancurkan suatu kota. Lebih lengkapnya baca Perbandingan dan penjelasan rudal nuklir saat ini. Tak heran dengan efeknya yang menakutkan maka dapat membuat negara lain segan. Pada saat ini, pembuatan nuklir untuk menjadi bom sudah dilarang dalam suatu perjanjian PBB dan hanya dimiliki oleh negara maju.


Perkembangan Roket, Satelit, dan Nuklir Indonesia


Dalam perjalanannya mengembangkan teknologi roket, satelit, dan nuklir negara kita tercinta ini menghadapi jalan yang berliku dan sangat curam. Dimana konspirasi dan finansial yang kurang memadai membuat perkembangan teknologi tersebut jatuh bangun. Seperti pribahasa hidup tak bisa matipun tak mau. Namun dengan kegigihan yang dimiliki bangsa ini, dengan modal yang sangat minim sekali, kita beranjak mengejar ketertinggalan sedikit demi sedikit.

Pada teknologi roket, Indonesia melalui lembaga LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) mengembangkan roket sejak tahun 1960-an. Dengan dibantu jepang dan peneliti Amerika dan dengan mengirim putra-putri bangsa untuk belajar dinegara lain kita mulai membangun teknologi roket. Namun, seiring bergantinya kekuasaan dan finansial yang kurang memadai program presetisius tersebut dijalankan, kemudian diberhentikan karena kekurangan dana, dan pada tahun 1980-an di hidupkan lagi namun dihentikan lagi karena kekurangan dana.

Masalah yang sama dalam pengembangannya ialah masalah dana. Bahkan, pada saat ini dana yang dikeluarkan kurang dari Rp. 10 milyar rupiah. Jauh lebih kecil dari uang yang dikorupsi oleh orang-orang licik bangsa ini yang tak tahu diri seperti gayus yang mencapai ratusan triliun. Padahal program roket tersebut demi kehormatan dan martabat bangsa.

RX-420 - LAPAN
Namun, dengan dana yang sedikit tersebut kita patut bersyukur karena LAPAN dapat membuat roket dengan dimater terbesar yang berhasil diterbangkan ialah berdiameter 420 mm dengan kode RX-420. Dan ditargetkan pada tahun 2045 kita bisa memiliki stasiun luar angkasa sendiri.

Pada Teknologi satelit, alhamdulillah kita bisa membuatnya. Satelit yang berhasil dibuat ialah satelit LAPAN A2, Satelit Tubsat, Satelit LAPAN A3, dan lain-lain. Paling tidak indonesia mampu membuat satelit walaupun masih tertinggal dengan negara maju.

Dalam bidang nuklir pun Indonesia mampu. Indonesia diyakini bisa membuat bom nuklir sendiri apabila mau. Hal ini wajar karena Indonesia merupakan negara yang cukup menguasai teknologi nuklir baik dalam membuat obat-obat dan rekayasa teknologi maupun PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). Namun, saat ingin dibuatkan PLTN untuk mengatasi kebutuhan listrik di Indonesia banyak yang menolak dengan alasan kemanan dan zat-zat sisanya yang berbahaya. Padahal dengan PLTN generasi terbaru hal ini bisa dihindarkan dan kebutuhan listrik di Indonesia dapat diatasi dengan catatan PLTN tersebut di tempatkan dipulau yang sangat aman dari gempa dan bencana alam lainnya serta terpencil, agar apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka dapat mengurangi korban jiwa. Untuk PLTN sendiri saat ini kita memiliki PLTN riset.

Sejarah dan Perbandingan Bom Nuklir Hiroshima Nagasaki dengan Sekarang

Perbandingan bom atom hiroshima nagasaki dan nuklir zaman sekarang sungguh amat berbeda. Semakin bertambah umur dunia, teknologipun semakin maju pesat begitu juga dengan teknologi nuklir. Baik nuklir untuk kesejahteraan umat manusia maupun untuk pertahanan dan peperangan.

Bom nuklir seperti bom "Fatman" dan "Little boy" yang dibuat setengah abad yang lalu itu dapat menewaskan penduduk di Hiroshima dan Nagasaki dengan korban yang sangat banyak dengan cara di bawa oleh pesawat terbang. Namun, pada zaman sekarang ini hal itu tidak perlu dilakukan karena bom nuklir dapat dibawa dengan rudal balistik bahkan dengan jarak puluhan ribu kilometer dengan tepat sampai sasaran karena memiliki kendali.


Sejarah Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki



Little Boy dijatuhkan Di Hiroshima (13 Kiloton TNT)


Bom atom atau Bom nuklir merupakan hasil pemikiran sang jenius Albert Einstein ( baca juga : penyebab einstein pintar dan Albert Einstein dan penemuannya). Pada Perang Dunia (PD II) saat dunia mulai kacau akibat pertempuran dimana-mana yang melibatkan Blok sekutu dan blok poros meletus. Negara-Negara yang terlibat berlomba-lomba untuk saling menjatuhkan dan membuat senjata yang sangat canggih dan ditakuti setiap musuh-musuhnya.


Pada awalnya, Amerika tidak terlibat langsung dalam PD II namun karena serangan Perl Harbour yang merupakan pangkalan militer AS diserang oleh Jepang dengan cara menabrakkan pesawat (Kamikaze) ke pangkalan tersebut maka AS pun akhirnya bergabung dalam pertempuran dengan ikut dalam blok sekutu.

Kemudian, setelah serangan tersebut yang menewaskan banyak orang di pihak Amerika maka AS pun mengumumkan pernyataan perang dengan Jepang. Akhirnya AS pun mengirimkan armada pengebomnya untuk mengebom kota-kota di Jepang. Setelah, selama 6 bulan AS melakukan pengeboman di 67 kota Jepang, senjata nuklir pertama (Little Boy) yang digunakan dalam perang dijatuhkan di Hiroshima.

Bom Nuklir Little Boy ini dijatuhkan dengan pesawat  B-29 Flying Superfortress bernama Enola Gay yang dipiloti oleh Letkol. Paul W. Tibbets, dari sekitar ketinggian 9.450 m (31.000 kaki). Senjata ini meledak pada 8.15 pagi (waktu Jepang) ketika dia mencapai ketinggian 550 meter. Ledakan "Little Boy" menghasilkan 13 kiloton TNT, yaitu 5,5×1013 joule = 55 TJ (terajoule).

Sekitar 70.000 orang meninggal sebagai akibat langsung dari ledakan. Korban berikutnya yang juga sangat banyak meninggal akibat jejatuhan nuklir dan kanker. Ibu yang sedang hamil kehilangan anaknya, atau mereka lahir dengan cacat. Pakaian terbakar ke dalam kulit.

Bom Fatman ( dijatuhkan di Nagasaki ) 21 Kiloton TNT

Tiga hari kemudian, tepatnya tanggal 9 Agustus 1945 dijatuhkan satu bom lagi yaitu bom "Fatman" di Nagasaki. Sesuai dengan namanya Bom ini gemuk dan bulat. Target asli bom ini adalah di kota kokura namun karena tertutup awan tebal maka pesawat yang membawa bom ini memutar dan akhirnya dijatuhkanlah bom ini di Nagasaki. 

Bom ini meledak pada ketinggian sekitar 1,650 kaki (0.503 m), dengan hasil dari sekitar 21 kiloton TNT atau 88 terajoules. Karena visibilitas miskin karena awan, bom kehilangan intinya peledakan sesuai dengan tujuannya, dan kerusakan agak kurang luas dari itu di Hiroshima. 39.000 orang diperkirakan tewas langsung oleh pemboman di Nagasaki, dan 25.000 lebih terluka. Ribuan lainnya meninggal kemudian dari ledakan terkait dan luka terbakar, dan ratusan lainnya dari penyakit radiasi dari paparan radiasi awal bom tersebut.

Kemudian, 6 hari setelah bom kedua dan bom Nuklir terakhir yang pernah dgunakan dalam perang tersebut meledak akhirnya Jepang pun menyerah kepada sekutu tanpa syarat. dan akhirnya menandatangani perjanjian nuklir. Sungguh sebuah kejahatan perang yang sangat besar dengan kematian hingga ratusan ribu orang dalam 2 kali ledakan namun AS tak pernah diadilik dalam kejahatan tersebut. Sebuah negara yang menggembar-gemborkan HAM namun merupakan negara yang pernah melakukan pelanggaran HAM terberat sepanjang sejarah umat manusia.


Perbandingan Bom Nuklir Hiroshima Nagasaki dan Bom Nuklir Zaman Sekarang


Ilustrasi Perang Nuklir


Pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki terjadi setengah abad yang lalu saat PD II. Berbeda dengan Bom Hiroshima dan Nagasaki, Bom nuklir zaman sekarang sungguh sangat canggih. Apalagi puncaknya pada saat ketegangan yang terjadi antara Uni Soviet ( sekarang Rusia) dan Amerika Serikat terjadi. Peristiwa ini dinamakan dengan Perang Dingin. Kedua Negara tersebut berlomba-lomba untuk mengembangkan senjata nuklir dan pada saat itu perang bisa terjadi kapanpun. Karena mereka menyiapkan nuklir mereka masing-masing untuk menyerang satu sama lain.

Untunglah keadaan tersebut dapat dihindarkan karena Uni Soviet runtuh dan pecah menjadi beberapa negara. Bom Nuklir yang digunakan saat itu sangat canggih. Nuklir tersebut berbentuk rudal kendali yang bisa menjangkau antar benua. Jarak jangkauannya hingga 16.000 kilometer lebih. Bandingkan, Sedangkan jarak Moscow (Rusia) ke Jakarta hanya sekitar 9.000 Km dan memiliki kekuatan ledakan hingga 700 Kiloton TNT bandingkan dengan ledakan di Hiroshima hanya 13 Kiloton TNT dan Nagasaki hanya 21 Kiloton TNT.

Bahkan Rusia dan Amerika memilik Nuklir yang mereka simpan dibawah tanah ( silo ) , bisa dibawa dengan kereta, kendaraan, pesawat terbang, bahkan dengan kapal selam. Bayangkan apabila terjadi Perang Dunia ke-III dengan kecanggihan senjata-senjata tersebut maka dunia akan hancur.

Namun, sekarang teknologi tersebut bukan hanya dimiliki oleh Rusiadan AS saja. Namun, beberapa negara lain juga menguasai teknologi tersebut dan sedang belajar mengembangkan teknologi tersebut. Negara-Negara terseut antara lain : China, India, Inggris, Korea-Utara, dan beberapa negara lainnya. Maka, apabila pecah Perang Dunia Ke-III maka sudah pasti terjadi sebuah kiamat yang diciptakan oleh manusia sendiri.

Berikut 3  Senjata Nuklir atau ICBM tercanggih dan terjauh yang dimiliki oleh negara-negara maju, sekarang kita bandingkan dengan bom nuklir Hiroshima dan Nagasaki (from : artileri.org) : 

A. ICBM SATAN R-36M (Rusia - 16.000 km)


R-36M atau dijuluki dengan SS-18 Satan (Setan) adalah ICBM yang memiliki jangkauan terjauh di dunia yaitu 16.000 km. Sebagai perbandingan, jarak Moskow ke Washington adalah 8.396 km dan jarak ke Jakarta 9.295 km. Dengan bobot 209.600 kg, juga menjadikan Satan sebagai rudal terberat di dunia.

Rudal Satan dibuat dalam beberapa versi yang berbeda mulai dari Mod 1 hingga Mod 6. Seluruh variannya didesain untuk ditembakkan dari situs peluncuran silo. Beberapa varian rudal Satan mampu membawa sepuluh hulu ledak Multiple Independent Re-entry Vehicles (MIRV) yang masing-masing berkekuatan 550 kiloton hingga 750 kiloton.

Satan pertama kali masuk ke Angkatan Roket Strategis Uni Soviet pada tahun 1975. Roket dua tahap in didukung oleh dua mesin roket cair yang memberikannya kecepatan sekitar 7.900 m/detik. Mesinnya menggunakan propelan cair storable dengan bahan bakar UDMH dan Nitrogen Tetroxide yang bertindak sebagai pengoksidasi.

B. Dongfeng 5A (China - 13.000 km)


Dongfeng 5A atau DF-5A (Kode NATO : CSS-4) adalah ICBM dengan jangkauan terjauh yang dimiliki oleh China, yang mampu menyerang target di kisaran 13.000 km. Rudal ini merupakan versi upgrade dari ICBM DF-5 dan mampu mencapai target di Amerika Serikat.

China mengumumkan upgrade untuk sistem bimbingan dan jangkauan DF-5A pada tahun 1983. Rudal ini dapat membawa enam hulu ledak yang masing-masing seberat 600 kg.

ICBM DF-5A ditembakkan dari sistem peluncuran yang berbasis silo. Sistem bimbingan inersia dan komputer on board-nya memberikan arahan untuk ketepatan rudal. Roket dua tahap ini menggunakan propelan cair guna menghasilkan daya dorong yang diperlukan.

Panjang : 33 m
Diameter : 3,4 m
Berat : 183.000 kg
Jangkauan : 13.000 km

C. R-29RMU Sineva (Rusia - 11.547 km)


R-29RMU Sineva, atau juga dikenal sebagai RSM-54 (kode nama NATO : SS-N-23 Skiff), adalah ICBM generasi ketiga Rusia yang diluncurkan dari kapal selam. Rudal ini dilengkapkan pada kapal selam kelas Delta IV Angkatan Laut Rusia. Saat uji coba, rudal Sineva memiliki jangkuan maksimum 11.547 km.

Rudal ini mulai melengkapi Angkatan Laut Rusia pada tahun 2007 dan diharapkan akan bisa terus dioperasikan hingga 2030. Rudal ini dapat membawa empat hingga sepuluh hulu ledak yang masing-masing berkekuatan 100 kiloton. Rudal ini dilengkapi dengan sistem navigasi GLONASS dan astro-inertial control untuk akurasi tinggi dalam menghantam target.

Rudal tiga tahap ini didukung oleh mesin propelan cair yang menggunakan Unsymmetrical dimethylhydrazine (UDMH) dan Nitrogen Tetroxide sebagai bahan bakar dan pengoksidasi.

Panjang : 14,8 m
Diameter : 1,9 m
Berat : 40.300 kg
Jangkauan : 11.547 km